Perayaan Atas Kematian

Bukan kah kematian itu selalu menyedihkan? Lantas, mengapa kau merayakan? Terbesit di dalam otak ku, mengapa ada pertanyaan untuk merayakannya?

Semua hal perlu kita rayakan..  merayakan diri sendiri atas segala pencapaian, merayakan diri sendiri untuk setiap hal yang kau miliki, yang kau pertahankan, hingga sampai detik ini kau masih sangat mampu untuk berdiri dengan kokoh, dan termasuk perayaan atas perasaan yang sudah mati. 

Diantara banyaknya pilihan, perasaan itu memilih untuk mati. Lebih tepatnya perasaanmu,  perasaanku memilih untuk tetap tumbuh dan bersemi. Walau pada akhirnya, perasaanku mati dengan sendirinya. Tapi tetap, ingin ku ucap banyak terima kasih kepada semua perasaan yang pernah mentap lalu pergi.

Perayaan atas mati rasa pun, harus kau rayakan dengan begitu megah didalam dirimu.. bukan berarti kau senang atas itu, tapi sebagai rasa terima kasih kepada dirimu sendiri.. hatimu pasti hancur, banyak lubang disana, bahkan ada luka yang belum kering tapi masih harus terluka lagi, dan kau harus berusaha sebisa mungkin menyembuhkan luka itu seorang diri..  mungkin tidak seorangpun yang mampu menyembuhkan lukamu itu, bahkan dirimu sendiri pun kewalahan mencari obat penawarnya.

Belajar mengikhlaskan atas yang apa yang sudah pergi pun tidak pernah semudah itu, jadi rayakanlah semua.

Merayakan dengan cara mu sendiri, tanya dirimu, tanya hati mu... apa yang kamu mau dan apa yang perlu kamu lakukan agar hatimu kembali utuh. Dengan menghindari tempat-tempat yang penuh kenangan itu, justru akan membuatmu semakin mengingatnya. Jadi, pergilah ke tempat  yang penuh kenangan itu, sambil sedikit meluapkannya lewat tulisan, keluarkan semua emosimu dalam satu kertas itu, lalu kau boleh membuangnya. Dengan harapan, emosi yang terserap dikertaspun ikut terbuang juga.

Komentar